Home » Meditation

Kekuatan Memaafkan – Meditasi Love And Wisdom

22 March 2009 7 Comments

Beberapa minggu yang lalu saya dan Dr. Endi sempat diwawancarai oleh 2 orang wartawan Media Indonesia mengenai teknik meditasi Love & Wisdom di sebuah Starbucks cafe. Pada kesempatan itu kami sempat “memintakan” inisiasi untuk teman-teman wartawan ini. Hasilnya cukup bermanfaat bagi mereka, mereka sempat mengungkapkan bahwa meditasi membantu mereka dalam mengatasi masalah-masalah emosional dan beratnya tugas di kantor.

Liputannya dapat dibaca di  Media Indonesia.

Sebenarnya, apapun teknik meditasi yang dilatih, selama itu “mengacu” kepada penyatuan kita dengan Sang Maha Kuasa, pasti akan baik hasilnya. Hubungan kita denganNYA akan menjadi lebih baik, dan otomatis hubungan kita dengan sesama pasti akan menjadi lebih baik pula. Dengan memaafkan diri sendiri dan memaafkan orang lain yang “terlibat” dalam perjalanan hidup kita, maka kita akan merasa lebih bahagia. Selain itu maafkan pula “segala kejadian” yang tidak menyenangkan yang mungkin pernah anda alami.

Sadari bahwa semua yang kita alami – baik pengalaman “buruk” atau “baik” ( saya sengaja memberikan tanda kutip ” karena sebenarnya tidak ada pengalaman baik atau buruk) adalah hanya sebuah PENGALAMAN HIDUP, dan semua hasilnya tergantung bagaimana reaksi kita terhadap kejadian itu. Tuhan Yang Maha Kuasa adalah Maha Pengasih dan Tidak Pernah Menghukum. Semua Baik Di MataNYA.  Hal ini tidak berarti kita boleh berbuat semaunya menyakiti orang lain atau melakukan perbuatan melanggar hukum.

Mulailah hari Anda dengan penuh Cinta Kasih Tanpa Pamrih, maafkanlah diri anda sendiri, maafkanlah orang lain dan minta maaf kepada semua orang lain….. Hidup Anda Akan Lebih Menyenangkan…

7 Comments »

  • santos said:

    Setuju Pak. Memaafkan dan meminta maaf meringankan beban jiwa, hidup jadi lebih ringan.

  • dodi mawardi said:

    Pak,
    Saya bangga dengan pencapaian Anda!
    Selamat menulis terus demi mencerdaskan masyarakat Indonesia…

  • Alex said:

    Terima kasih Pak Dodi, ini semua berkat bimbingan Anda dalam workshop bagaimana menulis buku yang baik..

  • Mujiyanto said:

    Ok, setuju pak, yang sulit memang memaafkan, terlebih memaafkan diri sendiri dan yang sering malah menyalahkan dan menuduh diri sendiri terus jadi malah gak maju-2. Maafkanlah dirimu sendiri.

  • wira said:

    pas untuk melatih kesadaran, bahwa kesalahan yang terjadi akibat perbuatan, prilaku, dan perkataan kita. Moga kesadaran kita pulih sebagai manusia

  • sariana said:

    Saya sangat setuju. Namun dalam praktek sehari-hari, seharusnya kita juga melatih kesadaran dengan konsentrasi mengamati pikiran juga obyek. Selalu sadar akan mengurangi kesalahan dan selalu terkontrol. Yang saya rasakan selama ini sulit mengekang keinginan dan juga sering terpancing emosi. Dengan mengamati pikiran dan merenung saya bisa mengetahui akar masalah sehingga dapat terpecahkan.Tapi bagi saya hidup adalah belajar jadi tidak akan berhenti selama kita masih hidup. Pernah saya menyesal dan bertanya apa tujuan hidup jg mengapa saya di sini, untuk apa semua ini.Dengan memahami dan mau mengerti saya akhirnya bisa menghargai hidup juga tidak ada lagi penyesalan juga ketakutan. Karena jalan sudah ada tinggal kita sadari setapak demi setapak.

  • Nizar said:

    kata-katanya membuat motifasi untuk hidup lebih sempurna..

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

This site uses KeywordLuv. Enter YourName@YourKeywords in the Name field to take advantage.