Home » Meditation

Meditasi Mengenal Diri – Teknik Relaksasi Untuk Menghilangkan Kebiasaan Buruk

22 January 2011 2 Comments

Meditasi mengenal diri adalah salah satu cara terbaik untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk ini berbeda dari setiap individu ke individu lainnya. Apapun itu, kebiasaan buruk jika sudah mengganggu diri Anda atau orang sekeliling Anda, sebaiknya diubah. Meditasi mengenal diri dan teknik relaksasi adalah salah satu alternative yang dapat Anda pilih.

Kecanduan tv, internet, atau online game adalah salah satu kebiasaan buruk yang banyak kita jumpai di kehidupan modern ini. Anda dapat menggantikan kebiasaan buruk ini dengan aktivitas yang lebih berguna bersama dengan orang-orang yang Anda kasihi. Banyak sekali “kecanduan” seperti ber bbm ria yang sudah sangat keterlaluan dan menghilangkan quality time bersama keluarga. Tidak jarang kita jumpai sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anaknya yang jalan-jalan di mal atau makan di sebuah restaurant, mereka sibuk dengan Blackberry nya masing-masing dan duduk disitu tanpa berkomunikasi satu sama lain. Ini sudah tidak sehat.

Kebiasaan buruk seperti disebutkan diatas sudah terpatri  dalam kurun waktu yang  lama dalam setiap individu, dan butuh energi untuk mengubahnya. Untuk menghentikan kebiasaan yang sudah terprogram dalam diri, mulailah untuk berpikir perilaku atau aktivitas berharga lain yang bisa Anda lakukan untuk menggantikan kebiasaan buruk ini,” kata Wray Herbert, penulis buku lari On Second Thought.

Menurut Herbert, setiap individu secara alami akan lebih menghargai sesuatu yang sifatnya langka. Jadi, temukan aktivitas yang selama ini tak pernah atau jarang Anda lakukan  yang sebenarnya sangat berharga. Bermain dan bercanda bersama keluarga tercinta contohnya. Anda dapat juga membaca buku-buku yang selama ini sudah Anda beli, namun belum sempat dibaca.   Ajak diri Anda menikmati waktu senggang dengan aktivitas langka yang berharga, itu rahasia yang paling mujarab untuk menghilangkan kebiasaan buruk seperti ini.

Teknik Meditasi dapat mengatasi  tindakan impulsif  yang merugikan.  Impulse atau dorongan untuk melakukan sesuatu tanpa berpikir matang-matang  atau bahkan tanpa disadari dapat menciptakan kebiasaan yang sangat merugikan.  Salah satu contoh dalam kehidupan modern ini,  adalah kebiasaan mengunjungi sebuah café untuk sekedar memuaskan kebiasaan Anda. Minum kopi yang berlebihan selain konsumtif karena harganya tidak murah, juga tidak baik untuk kesehatan. Kafein dan gula yang berlebihan sangat buruk dampaknya bagi kesehatan Anda.  Padahal sebelum “trend” ngopi di café ini menjadi bagian dari kehidupan modern, Anda tidak terlalu sering mengopi, atau bahkan dapat mengopi dengan gratis di kantor atau hanya membayar dengan harga yang sangat “minimal” jika dilakukan di rumah sendiri. Ini sebenarnya adalah suatu sifat ‘ketergantungan’ yang tidak perlu dan dapat Anda atasi dengan mudah jika Anda menyadari jati diri Anda seutuhnya dengan teknik meditasi.

Meditasi mengenal diri juga dapat mengatasi masalah impulsive lainnya seperti ketika berbelanja. Seringkali, dan ini dipahami benar oleh para retailer modern, Anda berbelanja bukan karena perlu, namun hanya karena ingin. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, jelas akan sangat mengganggu tidak hanya sisi keuangan Anda, namun juga dapat berpengaruh negatif kepada efek psikis Anda. Anda akan menjadi terbelenggu oleh kebiasaan kebiasaan buruk ini, tanpa Anda sadari.

Teknik meditasi sederhana bisa mengatasi kebiasaan ini. Teknik meditasi dengan mengatur nafas dapat  membuat Anda kembali memegang kendali diri, kata Martine Batchelor, penulis Let Go: A Buddhist Guide to Breaking Free of Habits. Teknik meditasi Unconditional Love sangat efektif untuk mengatasi masalah ini. Maafkan diri Anda, dan maafkan semua kejadian yang terkait dengan ini semua, lepaskan (let go) dan teruskan hidup Anda ke depan, tanpa belenggu apapun.

“Salah satu elemen dasar meditasi adalah menyadari diri kita sebenarnya dan lingkungan sekitar kita, tanpa menghakimi,  yang merupakan kunci pengendalian diri,” ulas Batchelor dalam bukunya yang laris.

Dengan menyadari sepenuhnya diri dan lingkungan kita, kata Batchelor, Anda akan mampu memilah-milah semua kegiatan dengan lebih bijaksana,  dan menghentikan pengaruh kebiasaan buruk . Teknik dan cara meditasi memang sangat beragam. Ada yang dilakukan dengan  mengatur nafas, melakukan gerakan tertentu atau mengucapkan mantra atau dengan teknik Unconditional Love, dimana tidak ada ritual atau cara tertentu. Teknik Unconditional Love lebih menekankan penyatuan diri dengan alam semesta dan Sang Maha Pencipta, daripada harus mengikuti ritual tertentu. Anda dapat melakukannya dengan duduk santai tanpa bersila, yang penting Anda dalam keadaan santai dan menyenangkan.

Meditasi mengenal diri
dengan teknik yang diajarkan oleh Love & Wisdom Meditation, selalu didasari dengan Unconditional Love atau Cinta Kasih Tanpa Pamrih. Dengan teknik ini tidak ada suatu ritual tertentu, tidak ada batasan agama atau kepercayaan tertentu, tidak ada postur tubuh tertentu, yang terpenting adalah menyadari keberadaan kita bersama Sang Maha Pencipta, niscaya kebiasaan buruk yang tidak perlu akan teratasi.

2 Comments »

  • krisnadi harnawan said:

    Ass wb.

    salam kenal saya krisnadi dari bandung,sebelumnya terima kasih atas ilmu yang diberikan dan kalau saya baca, kelihatannya mudah sekali dalam meditasi, namum setelah saya praktekan ternyata cukup sulit terutama untuk mengosongkan pikiran.

    untuk itu saya mohon petunjuk cara yang efektif untuk meditasi sehingga bisa berhasil terima kasih sebelumnya

    sukses mulia

  • sentot said:

    Meditasi memang mudah bila anda tau triknya.
    Pikiran tidak dapat dikosongkan. Semakin anda berusaha mengosongkan pikiran maka semakin banyak dan cepat pikiran tersebut berseliweran dikepala anda. Jangan sekali-kali melawan pikiran, pikiran tidak dapat dikalahkan sehebat apapun usaha anda.
    Cara yang mudah dan efektif adalah; Anda cukup memperhatikan pikiran yang lewat, saat pikiran itu diperhatikan maka saat itu juga pikiran tersebut akan hilang, bila kemudian muncul pikiran baru, cukup diperhatikan saja pikiran yang lewat tersebut secara pasif, jangan menilai apakah pikiran itu baik atau buruk, cukup memperhatikan seperti anda melihat pemandangan diluar jendela. Bila anda lakukan itu setiap hari maka lama kelamaan pikiran yang lewat akan semakin jarang dan anda dapat melihat jeda kekosongan antara pikiran satu dan pikiran selanjutnya.
    Memperhatikan pikiran dapat anda lakukan dimana saja baik saat duduk diam/meditasi atau saat menunggu bis, saat berjalan kaki ditangga, dll.
    Cara tersebut adalah cara paling mudah dan efektif menuju pencerahan.
    Semoga bermanfaat.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

This site uses KeywordLuv. Enter YourName@YourKeywords in the Name field to take advantage.